4  Aplikasi Berikut Bantu Kamu Lebih Fokus Belajar

4 Aplikasi Berikut Bantu Kamu Lebih Fokus Belajar

Aplikasi fokus belajar memang sangat penting untuk mengoptimalkan materi agar lebih paham sehingga dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Namun dengan adanya smartphone dengan berbagai macam aplikasi serta kemudahan dalam bermain media sosial dan lainnya, membuat perhatian anda menjadi teralihkan. Tentu saja anda membutuhkan aplikasi yang cocok dengan anda yang memiliki fungsi meningkatkan fokus belajar sehingga tidak terganggu hal lainnya.

Dari sekian aplikasi smartphone yang dapat anda gunakan dalam meningkatkan konsentrasi, sebaiknya anda coba salah satu aplikasi yang direkomendasi. Bagi anda yang belajar namun masih sering cek smartphone berkali-kali sehingga membuat anda tidak fokus, sebaiknya anda menggunakan aplikasi berikut.

 

1.  Forest : Stay Focused

4 Aplikasi Berikut Bantu Kamu Lebih Fokus Belajar

 

Aplikasi ini terdapat kehidupan untuk berbagai jenis tanaman. Pada aplikasi tersebut, anda diberikan lahan virtual kosong yang nantinya akan anda tanami tanaman yang hidup dari fokus anda. Nah, jika fokus anda lebih lama, maka tanaman anda juga akan semakin besar. Namun jika anda ketika menjalankan waktu fokus anda dengan aplikasi lain, maka tanaman anda akan mati. Dalam aplikasi fokus belajar tersebut anda dilatih untuk fokus dan memilih opsi aplikasi mana yang  yang bisa anda gunakan dan abaikan. Anda dapat keluar dengan menggunakan home tanpa keluar dari aplikasi.

 

2. Focus@will

 

Aplikasi tersebut merupakan aplikasi musik yang dipercaya dapat meningkatkan fokus anda sampai 400%. Aplikasi ini bekerja memutarkan lagu yang dapat menambah fokus. Sebagian orang mencoba aplikasi ini, mereka merasa lebih tenang dan tidak ingin beranjak dari kegiatan belajar mereka. Menurut profesor psikologi UCLA, beberapa musik dapat membuat otak anda tenang dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Sehingga anda akan lebih fokus dan kebal terhadap gangguan apapun. Anda dapat belajar lebih fokus sambil mendengarkan musik yang tersedia di aplikasi tersebut. Namun ada juga sebagian orang yang ketika mendengarkan musik justru tidak dapat fokus belajar sehingga lebih pada menikmati alunan musik tersebut. Bagi anda yang tergolong pada bagian tersebut sebaiknya anda memilih aplikasi lain yang cocok dengan anda.

 

Baca Juga: Yuk Kenali Tentang 5 Gaya Belajar Peserta Didik 

 

3. Freedom-Reduce Distraction

4 Aplikasi Berikut Bantu Kamu Lebih Fokus Belajar

 

Aplikasi ini berfungsi untuk menghentikan gangguan digital termasuk yang terkoneksi dengan internet. Aplikasi ini bertujuan untuk membuat anda fokus belajar. Ketika anda memulai sesi freedom, akses maupun jaringan internet anda akan ditutup sementara. Pengaturan tersebut dapat anda setting berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk fokus belajar. Namun anda tetap dapat menerima panggilan telepon atau SMS yang masuk ke HP anda. Aplikasi tersebut lebih aman, karena hanya VPN saja bukan jaringan. Ketika waktu yang anda atur tersebut telah habis, maka HP akan berfungsi seperti awal dan tidak boros daya baterai HP. Dengan aplikasi tersebut, anda tidak harus mematikan HP, karena ketika ada panggilan urgent masih tetap bisa masuk.

 

4. Clear Fokus

Aplikasi ini dapat memutuskan internet, bahkan notifikasi sehingga dapat membuat anda lebih fokus belajar. Bahkan dengan aplikasi ini, anda dapat melacak statistik waktu fokus dalam beberapa jam sehingga anda dapat menilai sendiri apakah belajar anda lebih produktif.

 

Nah, itulah aplikasi yang dapat anda gunakan dalam meningkatkan konsentrasi belajar anda sehingga belajar anda dapat lebih produktif dan efektif. Anda dapat mencoba salah satu yang cocok dengan keinginan anda.

Inilah 5 Efek dari Suka Menunda Pekerjaan

Inilah 5 Efek dari Suka Menunda Pekerjaan

Anda pasti sering mendengar istilah deadline? Ya, tenggat waktu yang biasanya diberikan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Mungkin, kebanyakan dari orang-orang, mengantisipasi deadline tersebut dengan dikerjakan dalam tempo waktu yang jauh dari tenggat waktu yang ditentukan. Namun, tak sedikit juga yang lebih memilih untuk melakukannya dengan cara SKS, yakni Sistem Kebut Semalam. Dengan begitu, maka, dapat dikatakan bahwa mereka menunda pekerjaan. Padahal, menunda pekerjaan memiliki efek yang kurang baik untuk anda. Agar anda dapat menghindari tindakan seperti menunda pekerjaan, maka simak efek apa sajakah yang akan anda dapatkan apabila suka menunda pekerjaan.

 

1. Hasil Kurang Maksimal

Ini Efek yang Kamu Dapatkan Bila Suka Menunda Pekerjaan

 

Bagi anda yang suka menunda pekerjaan, atau yang biasanya disebut sebagai prokrastinator, ialah orang-orang yang sering sekali mengerjakan suatu pekerjaan dengan terburu-buru pada tenggat waktu yang sangat mepet. Meski ada beberapa orang yang bisa dan mampu menyelesaikannya, namun tetap masih banyak yang tidak bisa menyelesaikannya. Adapun yang mampu menyelesaikannya, ialah orang-orang yang hanya menyelesaikannya namun dengan hasil yang sangat minim. Padahal hal inilah yang seharusnya dihindari. Sebab, jika dibandingkan, maka hasilnya akan terlihat jauh dengan mereka yang sudah mengerjakannya dengan jarak waktu yang masih lumayan jauh dari tenggat waktu yang ditentukan.

 

2. Waktu Terbuang Percuma

Ini Efek yang Kamu Dapatkan Bila Suka Menunda Pekerjaan

 

Mengapa dikatakan bahwa menunda pekerjaan dapat membuang waktu percuma? Karena, tak jarang mereka yang mengerjakan sesuatu dengan sistem kebut semalam bisa bersantai-santai di waktu yang berdekatan dengan tenggat waktu yang ditentukan. Hal ini mengartikan bahwa anda bisa saja kehilangan waktu istirahat anda ataupun waktu anda yang lainnya hanya karena menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya bisa dikerjakan pada jauh-jauh hari sebelumnya. Jangan sampai Anda merasakan penyesalan hanya karena menunda pekerjaan.

 

3. Memberikan Kesan Buruk

Ini Efek yang Kamu Dapatkan Bila Suka Menunda Pekerjaan

 

Terkait dengan hasil yang kurang maksimal, maka hal tersebut dapat memberikan kesan buruk terhadap Aada. Hasil akhir ialah salah satu representasi dari performa kinerja Anda sendiri. Dengan hasil anda yang kurang maksimal, maka kadar kepercayaan seseorang terhadap anda akan menurun. Padahal pekerjaan tersebut bukanlah sesuatu yang sulit sehingga seharusnya dapat dikerjakan dengan hasil yang memuaskan.

 

Baca Juga: 5 Software Pengatur Jadwal Belajar Yang Efektif

 

4. Kehilangan Kesempatan

 

Menunda pekerjaan memiliki efek buruk yang beruntun bagi anda. Setelah anda mendapatkan kesan buruk dari partner atau mitra kerja anda, selanjutnya Anda harus kehilangan kesempatan. Sebagai contoh, anda dipercayai untuk melakukan beberapa hal, namun akhirnya harus terbengkalai karena sifat anda yang suka menunda pekerjaan. Apabila hal ini terjadi, maka kualitas kerja anda akan menurun dan anda akan dirundung rasa bersalah dan menyesal.

 

5. Karir Hancur

 

Efek terakhir yang paling ditakuti akibat dari menunda pekerjaan ialah hancurnya karir. Karir yang anda rintis dari awal harus hancur begitu saja hanya karena menunda pekerjaan. Hal ini mungkin saja terjadi sebab anda tidak bisa mengerjakan dengan hasil yang maksimal. Selain itu, anda juga tidak bisa mengerjakan sesuatu sesuai target yang diminta. Dengan performa dan kesan buruk yang terus anda berikan, maka bukanlah tidak mungkin jika karir Anda harus hancur seketika.

 

Begitulah efek dari menunda pekerjaan. Bagaimana? Apakah Anda masih ingin mempertahankan kebiasaan buruk itu? Mulailah untuk disiplin dengan cara membuat to do list dan urutkan sesuai dengan prioritas anda. Aturlah waktu Anda sebaik dan semaksimal mungkin karena setiap detik waktu yang berjalan ialah berharga. Semoga ulasan ini dapat memberikan wawasan tersendiri bagi anda supaya anda dapat menghindari perbuatan suka menunda pekerjaan.

 

Yuk Kenali Tentang 5 Gaya Belajar Peserta Didik

Yuk Kenali Tentang 5 Gaya Belajar Peserta Didik

Sebagai orang tua ataupun tenaga pendidik, tentunya menginginkan untuk memberikan perlakuan yang maksimal bagi anak ataupun peserta didiknya. Salah satunya ialah dengan mengenali gaya belajarnya. Gaya belajar biasanya menyesuaikan dengan bentuk kepribadian peserta didik. Apabila Anda telah mengenali kepribadiannya, maka Anda perlu juga mengenali gaya belajarnya. Hal ini menjadi penting untuk dikenali supaya para orang tua dan tenaga didik dapat mengupayakan pembelajaran secara optimal, sehingga peserta didik juga dapat lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan atau mencerna pelajaran yang diajarkan. Adapun 5 gaya belajar peserta didik yang perlu dikenali ialah di bawah ini.

 

1. Gaya Belajar Visual

Yuk Kenali tentang 5 Gaya Belajar Peserta Didik

 

Gaya belajar visual ialah gaya belajar yang mengandalkan penglihatan. Biasanya, peserta didik yang memiliki gaya belajar demikian merupakan anak yang cenderung melakukan sesuatu secara rapi dan teratur. Sebab, mereka mengandalkan indera penglihatannya. Peserta didik dengan gaya belajar visual akan lebih memahami sesuatu melalui gambar ataupun materi yang tampak nyata. Mereka memiliki kemampuan mengingat yang baik dan lebih cepat memahami sesuatu hanya dengan melihat. Peserta didik dengan gaya belajar demikian merupakan peserta didik yang gemar membaca atau menonton sesuatu. Dengan begitu, maka memudahkan mereka untuk menyerap ilmu pengetahuan yang diinginkan. Salah satu kelebihan mereka ialah, mereka tidak akan merasa terganggu apabila lingkungan di sekitar mereka ramai. Sebab, mereka fokus terhadap peraga ataupun sesuatu yang sedang mereka lihat. Namun, salah satu kelemahannya ialah tidak suka mendengarkan dan akan mengalami kesusuahan untuk menyalin tulisan di papan tulis apabila tulisannya kurang rapi.

 

2. Gaya Belajar Auditori

Yuk Kenali tentang 5 Gaya Belajar Peserta Didik

 

Berbeda dengan gaya belajar sebelumnya, gaya belajar auditori ini ialah gaya belajar yang mengandalkan indera pendengaran. Peserta didik akan lebih mudah memahami sesuatu dengan mendengarkan. Sehingga para orang tua dan tenaga didik, hanya perlu menjelaskan secara lisan atau dengan cara bercerita. Mereka cenderung lebih sering menanyakan sesuatu yang tidak mereka pahami supaya mendapatkan penjelasan. Dengan mendengar, mereka akan lebih mudah mengingat. Peserta didik dengan gaya belajar auditori menyukai suasana belajar dengan cara berdiskusi. Namun, peserta didik dengan gaya auditori cenderung kesusahan dalam merangkai kata ketika menulis dan tidak bisa fokus apabila lingkungan sekitarnya terlalu ramai.

 

3. Gaya Belajar Global

Yuk Kenali tentang 5 Gaya Belajar Peserta Didik

 

Peserta didik yang memiliki gaya belajar global lebih fleksibel dalam memahami sesuatu. Sebab mereka bisa mengamatinya melalui visual atau mendengarkan melalui rekaman atau penjelasan seseorang. Anak atau peserta didik yang memiliki gaya belajar demikian cenderung pekerja keras yang bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Performanya yang mengagumkan kerap kali disenangi banyak orang. Terlebih kemampuanya dalam melihat segala permasalahan secara detail dan mampu menganalisa sesuatu hanya dengan mengamati lewat penglihatan dan pendengaran. Selain itu, mereka lebih mudah bekerja sama dengan orang lain dalam hal apapun dengan maksimal, serta mampu mengungkapkan dan menuliskan sesuatu dengan baik. Namun, kekurangan yang dimiliki ialah banyaknya pikiran karena terlalu sensitif terhadap hal sekitar sehingga membutuhkan banyak dukungan moral dan motivasi.

 

Baca Juga : 5 Software Pengatur Jadwal Belajar Yang Efektif

 

4. Gaya Belajar Kinestetik

Yuk Kenali tentang 5 Gaya Belajar Peserta Didik

 

Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar yang harus disertai dengan praktik. Sehingga anak atau peserta didik yang memiliki gaya belajar demikian cenderung merupakan anak yang aktif. Mereka tidak menyukai banyak teori yang berbelit. Mereka lebih suka memahami sesuatu dengan melakukan hal yang berkaitan dengan yang diajarkan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan bermain game secara sederhana ataupun membuatkan sebuah teka teki yang relevan dengan materi yang diajarkan. Namun, kelemahan dari peserta didik yang memiliki gaya belajar kinestetik adalah tidak bisa diam. Mereka harus melakukan sesuatu, entah mengunyah permen karet, memainkan bullpen, dan sebagainya untuk membuat mereka paham dengan apa yang diajarkan.

 

5. Gaya Belajar Analitik

 

Gaya belajar yang terakhir ialah gaya belajar analitik. Mereka cenderung memahami sesuatu dengan cara menganalisa. Hal ini membuat mereka menjadi sosok yang teratur sebab mereka perlu meruntutkan sesuatu untuk dapat memahaminya. Keteraturan inilah yang membuat mereka bisa fokus mengerjakan satu tugas sampai selesai dengan baik. Gaya belajar analitik membuat mereka memiliki kemampuan untuk berpikir secara logika dan selalu konsisten. Sehingga mereka bisa menilai sesuatu berdasarkan data dan fakta yang tersedia. Namun, kelemahannya ialah cara kerja yang sedikit lamban dan kurang bisa mengerjakan sesuatu dengan bersamaan karena bisa memecah fokus mereka.